ASSESSMENT CENTER

PUSAT PENILAIAN KOMPETENSI PNS
(CIVIL SERVANT ASSESSMENT CENTER)
BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH
KABUPATEN SIDOARJO

 

ASSESSOR BKD SIDOARJO: KETUT DESI MAYANGSARI, S.Psi, M.Psi
ASSESSOR BKD SIDOARJO: KETUT DESI MAYANGSARI, S.Psi, M.Psi

PENGERTIAN UMUM

Sumber daya manusisa merupakan asset utama dan mempunyai peran yang sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu organisasi. Oleh karena itu selain perlu peningkatan integritas, perlu juga dilakuakan upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan baik potensi maupun kompetensi setiap personil dalam menghadapi tantangan dimasa yang akan datang.

Assessment Center adalah suatu metode untuk memprediksi perilaku melalui beberapa simulasi oleh beberapa penilai untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menangani tanggung jawab di massa mendatang dengan menggunakan kriteriakesuksesan dalam jabatan tersebut.

Karakteristik Assessment Center

Sebagai suatu metode, Assessment Center mempunyai beberapa karakteristik, yaitu :

  • Dirancang berkaitan dengan suatu jabatan tertentu
  • Menggunakan berbagai simulasi yang mencerminkan perilaku yang dipersyaratkan dalam jabatan tertentu.
  • Diikuti dengan tujuannya agar tercipta interaksi yang maksimal antar assessee (peserta).
  • Proses assessment dilakukan oleh assessor (penilai), tujuannya mengopttimalkan objektivitas penilaian.
  • Penilaian akhir ditentukan berdasarkan hasil integrasi data yang diperoleh melalui assessor meeting
  • Assessee dinilai berdasarkan kriteria jabatan yang telah ditentukan.
  • Assessee berhak mendapatkan umpan balik mengenai hasil assessment
  • Hasil assessment dapat digunakan hingga 2 tahun sejak assessment center dilaksankan.

Assessor Tes wawancara Uji Kompetensi Pengolah DataManfaat Assessment Center

Beberapa keuntungan yang dapat diperoleh melalui metode assessment center :

Bagi organisasi :

  • Mendapatkan calon pejabat sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan.
  • Dapat mengembangkan potensi personilnya secara terus menerus  sehingga  didapatkan  kinerja  yang  lebih  baik.
  • Dapat dipergunakan untuk mendiagnosa kebutuhan pelatihan dan pengembangan bagi organisasi.

Bagi Pegawai :

  • Dapat bekerja pada posisi atau tempat yang sesuai dengan kompetensinya.
  • Dapat mengoptimalkan potensi diri.
  • Dapat mengetahui kebutuhan pengembangan dirinya berdasarkan feedback yang diterimanya.

PENDIRIAN  ASSESMENT CENTER 

Dasar Hukum

  • Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;
  • Undang-undangNomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
  • Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 41 Tahun 2012 tentang Jabatan Fungsional Assessor SumberDaya Aparatur dan Angka  Kreditnya;
  • PeraturanKepalaBadanKepegawaian Negara Nomor 16 Tahun 2012 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2012;
  • Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 13 Tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Jabatan;
  • Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pedoman Penilaian Kompetensi Pegawai Negeri Sipil;
  • Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 tahun 2013 tentang Pedoman Penyusunan Standar Kompetensi Manajerial Pegawai Negeri Sipil;
  • Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 8 Tahun 2013 tentang Pedoman Perumusan Standar Kompetensi Teknis Pegawai Negeri Sipil;

MAKSUD
Maksud dibentuknya
Unit Penilaian Kompetensi SDM Aparatur Sipil Negara ini adalah :

Unit Penilaian kompetensi SDM Aparatur Sipil Negara atau biasa disebut Assessment Center (AC) merupakan sebuah proses atau metode pendekatan untuk menilai dan mengukur kompetensi seseorang yang didesain secara khusus untuk meminimalkan kemungkinan timbulnya penyimpangan (bias) dan dalam proses ini peserta memperoleh kesempatan setara yang seluas – luasnya untuk mengungkapkan potensimaupun kompetensinya dala mevaluasi yang obyektif sehingga hasilnya dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia aparatur dan menjadi suatustrategipengembangan SDM organisasi.

20151202_080009TUJUAN
Tujuan dibentuknya Unit Penilaian Kompetensi SDM Aparatur Sipil Negara ini adalah :

Badan Kepegawaian Daerah sebagai unit kerja yang bertanggung jawabatas pengembangan SDM Aparatur pemerintah di tingkat Kabupaten / Kota sudah saatnya harus mampu melaksanakan sistem manajemen SDM aparatur yang profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme sehingga mampu menjalankan peran pelayanan publik secara optimal sesuai dengan amanat Undang – Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara bahwa pengembangan karir Aparatur Sipil Negara dilakukan dengan memperhatikansyarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan dan latihan serta persyaratan lain yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan.

MANFAAT

Manfaat Yang Dapat Digunakan dari Hasil Unit Penilaian Kompetensi SDM Aparatur Sipil Negara ini adalah 

  • Identifikasi potensi secara dini (maping)

Organisasi dapat mengidentifikasi sedini mungkin potensi dan kompetensi personil dan memetakannya (mapping) untuk segera diaktualisasikan secara optimal melalui program – program pengembangan khusus (promosi, rotasi, diklat, dll)

  • Identifikasi Kebutuhan Pelatihan dan Pengembangan

Hasil dari proses penilaian kompetensi ini merupakan rekomendasi mengenai kekuatan dan kelemahan personil yang terdeteksi sebagai tolok ukur metode pengembangan atau action plan SDM selanjutnya.

  • Rekrutmen / Mapping dan Mutasi

Ketajaman dalam mengidentifikasi kompetensi dan potensi SDM diperlukan untuk menentukan kandidat, dari sumber eksternal maupun internal yang benar – benar sesuai dan tepat dalam mengisi jabatan tertentu di dalamorganisasi.

  • Perencanaan Organisasi dan Talent Pool

Menghimpun data mengenai sejumlah orang yang potensial (pool of talent)dan siap menempati posisi – posisi kritis bagi kebutuhan organisasi dimasa yang akan datang.

  • Hasil penilaian kompetensi dapat digunakan sebagai informasi dasar untuk menjalankan team building dan pengembangan aspek – aspek ketrampilan yang berkaitan dengan kebutuhan organisasi di masa depan. Program pelatihan dan konseling dianjurkan untuk melengkapi program pengembangan kualitas SDM aparatur ini.

Kegiatan Unit PenilaianKompetensi

Kegiatan Tim / Unit Penilai Kompetensi SDM Aparatur meliputi :

  • Melakukan penilaian kompetensi staf, pejabat struktural dan pejabat fungsional untuk rekrutmen, dan mutasi yang meliputi rotasi dan promosi SDM Aparatur.
  • Pemotretan dan pemetaan potensi(mapping) dan kompetensi SDM Aparatur untuk database kompetensi SDM
  • Melakukan penilaian kompetensi bagi SDM Aparatur yang akan/setelah menjalani tugas belajar
  • Membuat desain pengembangan kompetensi SDM Aparatur.
  • Melakukan penilaian kompetensi bagi SDM Aparatur yang mengalami hambatan dan permasalahan dalam lingkungan kerja untuk ditindaklanjuti dalam proses Konseling dan Feedback
  • Melakukan monitoring dan evaluasi pasca penilaian kompetensi.

Personil  /Tenaga Penilai

Penilaian kompetensi dilakukan oleh para assessor dengan menggunakan metode Assessment Center yang artinya suatu metode untuk memprediksi perilaku melalui beberapa simulasi oleh beberapa penilai (Assessor) untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menangani tanggung jawab yang akan datang dengan menggunakan kriteria keberhasilan dalam jabatan tersebut.

Berdasarkan definisi metode Assessment Center tersebut di atas maka untuk proses penilaian kompetensi ini mutlak di  lakukan oleh beberapa Assessor, tujuannya adalah agar obyektivitas penilaian dapat tercapai secara optimal.

Saat ini di BKD Kabupaten Sidoarjo sudah ada 1 (satu) orang tenaga Assessor Muda dan 2 (dua) orang PNS yang terlibat dalam tim penilai kompetensi, maka dari itu kebutuhan untuk personil / tenaga penilai masih sangat dibutuhkan untuk melaksanakan penilaian kompetensi baik dalam bentuk Tim ataupun Unit Penilai Kompetensi.

Sarana / Fasilitas 

Sarana yang tersedia untuk pelaksanaan proses penilaian kompetensiSDM aparatur adalah sebagai berikut :

  1. Ruang – ruang yang sesuai dengan standar untuk pelaksanaan assessment center yaitu :
  2. Ruang kerja assessor;
  3. 3 (tiga) ruang inidividu;
  4. 2 (dua) ruang observasi diskusi ( masing – masing dengan kapasitas 7 – 10 orang);
  5. 1 (satu) ruang meeting assessor;
  6. Aula berkapasitas 50 (lima puluh) orang;
  7. Perpustakaan;
  8. Ruang tamu;
  9. Musholla;
  10. LAN, Koneksi internet;
  11. Komputer, printer dan scanner;
  12. Peralatan audio video untuk kegiatan assessment di luar kantor.============================